Lalu aku pun terbang
Jalan yang kuambil hari ini entah bagaimana ujungnya
Meliuk liuk mengikuti mata angin
Kadang kala membeku tanpa raga yang menghangatkan
Senangku tatkala aku bebas menjadi udara
Biar kudengar perut berirama
Asal engkau juga menahan cerita kelammu
Pujaan hatiku, bersuka citalah dalam takdir
Sebab aku pun begitu
Kudengarkan dendang dari bibir manusia
Yang lebih indah dari puisi buatanku kemarin
Saat kalian menjatuhkan batinku dalam-dalam
Pujaan hatiku, tenanglah
Engkau tetap menjadi alasanku untuk kembali
Kadang rindu meruntuhkan egoisku
Sukmaku bernavigasi menuju terik
Agar ridhoNya bisa kau curahkan ke kehidupanku
Meliuk liuk mengikuti mata angin
Kadang kala membeku tanpa raga yang menghangatkan
Senangku tatkala aku bebas menjadi udara
Biar kudengar perut berirama
Asal engkau juga menahan cerita kelammu
Pujaan hatiku, bersuka citalah dalam takdir
Sebab aku pun begitu
Kudengarkan dendang dari bibir manusia
Yang lebih indah dari puisi buatanku kemarin
Saat kalian menjatuhkan batinku dalam-dalam
Pujaan hatiku, tenanglah
Engkau tetap menjadi alasanku untuk kembali
Kadang rindu meruntuhkan egoisku
Sukmaku bernavigasi menuju terik
Agar ridhoNya bisa kau curahkan ke kehidupanku
Comments
Post a Comment