Aku Memang Telah Bahagia

Ku sudahi segalanya
Empati dikalahkan logika
Hahahaha
Puan dan tuan tak usah gelisah
Aku hanya ingin bahagia

Saat ini aku tiba di hadapan pintu masa depan
Sudah ku berizin pada Tuhan
Tinggal dibukakan dan memberi sapaan
Setelahnya raga menjalani tuntutan

Pikirku seperti ini
Ia menangis karena dirinya sendiri
Dia pula yang harus menyudahi
Sebab, aku bukanlah pemberi rezeki untuk kaum tirani
Ataupun, pengabul doa yang berkecil hati

Juga, jika kau sedang senang
Senang dan akhirnya jatuh cinta
Kerap ku dengar dendang
Mana pula namaku ada di dalamnya

Ah sudah lah
Tak peduli pada manusia
Aku sudah bahagia.

Comments

Popular Posts