Aku dan Mata Itu

Malam itu, sepasang mata senduh sedang menatapku.
Tepat dihadapan meja itu ada senyuman ragu.
Hanya ada aku, dia dan segelintir orang lalu lalang,
Sesekali bibir berperan memecah sepinya detik.
Lalu senyap.
Sudah ku bilang, hanya ada aku, dia dan segelintir orang lalu lalang!
Tak ada kisah
Mungkin tak punya kata.
Pertemuan itu bagiku semu.
Dia, aku. Lalu apa?
Hanya itu setelah lama menyimpan rindu.

Comments

Popular Posts