Miris, Sungguh

Berdiam tak berkutik
Mengenang peristiwa kemarin petang
Kau yang membuatku tejaga di malam senduh
Tanpa bisa kembali terlelap

Air sungai mengalir membawa waktu
Mengahantamkan batu ditengah hulu
Menjelajah hilir sampai samudra kan bertemu

Senyum bahagia membuatku menangis
Cinta membuatku terasa habis
Ingin rasanya melukis hal yang selalu membuatku teriris
Cerita ku adalah tangis

Terkadang sakit, terkadang pedih
Hantaman air membuatku pecah tak beraturan
Jiwaku tak utuh
Ragaku apa lagi
Kau tak pernah melihatnya
Karena lukaku tertutup air

Jika kau menyelam dibawahnya
Kan kau temukan serpihan serpihanku
Dan baru itu kau mengerti
Betapa miris, sungguh


Comments

Popular Posts