Tanpa Kabar
Tak tak..!
Terdengar suara langkahan kaki. Segera kubukakan pintu berharap kau yang ada di depan sana.
Haa bodohnya aku kenapa ku harap itu kau? Aku tersenyum kecil setelah ku tau yang datang adalah tetangga sebelah yang ingin mengambil ketapel yang dipinjam Hadi sore tadi.
Esoknya....
Telepon berdering.
Segera ku berlari dan mencari telepon genggam yang entah kemana ku letakkan.
Tanpa nama
Mungkin saja itu kau, yang baru saja mengganti provider ponselmu.
"Hallo"
*Tak bersuara
sekali lagi "Hallo"
"Hey hallo.. (suara lelaki) ini Firza. Tolong sampaikan ke bu Reni besok gue ga dateng, soalnya gue ga enak badan"
"Oh oke"
Ternyata bukan kau, diamama kau sekarang? Tanpa kabar, apa kau smasih ada di bumi ini? Apa sudah...
Ah aku tak sanggup mengatakannya.
Terdengar suara langkahan kaki. Segera kubukakan pintu berharap kau yang ada di depan sana.
Haa bodohnya aku kenapa ku harap itu kau? Aku tersenyum kecil setelah ku tau yang datang adalah tetangga sebelah yang ingin mengambil ketapel yang dipinjam Hadi sore tadi.
Esoknya....
Telepon berdering.
Segera ku berlari dan mencari telepon genggam yang entah kemana ku letakkan.
Tanpa nama
Mungkin saja itu kau, yang baru saja mengganti provider ponselmu.
"Hallo"
*Tak bersuara
sekali lagi "Hallo"
"Hey hallo.. (suara lelaki) ini Firza. Tolong sampaikan ke bu Reni besok gue ga dateng, soalnya gue ga enak badan"
"Oh oke"
Ternyata bukan kau, diamama kau sekarang? Tanpa kabar, apa kau smasih ada di bumi ini? Apa sudah...
Ah aku tak sanggup mengatakannya.
Comments
Post a Comment