Rindu

Kita berteman kurang lebih 2 bulan setelah aku disini, jujur saja aku lebih dulu mengagumi dirimu. Di awal SMA kau orang pertama yang menjadi pantauanku untuk cerita di buku tugas ini.

Kau baik, sehingga aku menganggapmu sehabat yang selalu ada untukku. Di sini tiada satupun orang yang ku percaya kecuali kau. Semua yang ada disini membuat aku frustasi! Sempat aku berdoa kepada tuhan

"Ya tuhan, jika harus begini kenapa tidak kau ambil nyawaku?"

Orang yang ku kira teman ternyata menusukku dari belakang, rasanya ingin sekali ku mengakhiri nyawaku. Lagi - lagi kau yang selalu mengirimku alasan untuk tersenyum.

Namun, sekarang kita tak lagi bersama. Aku rindu saat kau tersenyum, saat kau bercanda di bangku belakang dan disaat kau melihat bukuku karena matamu minus.
Ingatkah kau denganku?
Apa kabar?
Kenapa kita tak punya waktu untuk bertemu lagi? Sesak rasanya. Rasa rindu ini menghujam sangat sering, mengganggu hariku yang lebih indah.

Aku tau, sekarang ada banyak orang yang membuatku tersenyum. Tanpamu aku bahagia, namun tanpamu juga aku rindu. Mengertilah, aku wanita.

Comments

Popular Posts