dinata
Aku terjebak lagi
Layaknya lima tahun lalu
Pada jiwa serupa tapi dengan tatap lebih nanar
Padahal puing-puingku hampir utuh kembali
Tapi karenanya, perlahan aku teruarai menjadi satuan kalut
Dicampur dengan perasan asam. Jeruk barangkali
Entah apa itu, tapi rasanya cenderung kecut.
Kujelaskan, aku bertemu dengan dua yang sama
Tak sama rupa. Namun, sama pula tingkah.
Kali ini kusebut dia apa?
Comments
Post a Comment