Lepas Mei

Kukira ini April, bulan yang paling tak kusenangi meski ada aku di dalamnya. Mei telah menjelma April sekarang, aku bersarang pula dalam kepalsuan gemerlapnya pancaran candu bulan. Benar kata manusia-manusia di sana bahwa yang dekat yang akan menusukmu, menyerupai kuntum kembang semerbak harum ternyata tersimpan ribuan racun yang mungkin bisa membunuhmu tak bertanda.

Aku tak percaya awalnya, nyata sekarang benar adanya. Kutemui rupa-rupa tulus mengiba, menjanjikan hati paling sejati, lalu saat kutuliskan frasa indah tentangnya, kemudian seketika hilang tak tersisa satu huruf pun.

Aku lemah perihal bagaimana menganjingkan manusia saat aku belajar bagaimana meletakkan suatu hal pada kodratnya.

Comments

Popular Posts