Pembunuh Tanpa Senjata

Ronta
Riak
Perih
Gusar
Kemarin begitu adanya

"I hate you!"
Sebuah catatan yang pernah kutulis sebagai pengingat bahwa aku pernah berada di titik paling lelah untuk mengenalmu. Namun, sayang sudah kuhapus sebab aku tidak mampu.


"If i could i would turn back the time"
Penggalan lirik lagu terfavorit dan yang paling kuamini tiap hari berganti. Berharap ketika pagi datang aku sedang berada di kamar paling kecil kemarin, usang, penuh sesak, tapi tak ada sedikit pun kenang tentang rupamu. Namun, kenyataannya segala yang kukenakan masih tetap sama seperti saat terpejam.

Eh, sebentar. Bukannya sebelum saling mengenal, aku adalah satu yang paling sudut, dan kau satu yang paling depan? Dan aku yang satu melangkah sendiri, dan kau yang satu bergandeng ramai dengan sesiapa kawan-kawanmu?
Hari ini aku menjadi begitu, artinya penggalan lirik tersebut menjadi kenyataan, bukan?
Harusnya aku senang, kan?
Harusnya aku bisa bernapas lega, menarik seluruh udara sedalam-dalamnya hingga dadaku membusung, kan?
Iya, kan?
Iya, kan?
Kenapa diam saja?
Sedari tadi aku berbicara di depan rumahmu, tapi kau tak bersuara, tak bukakan aku pintu. Sedikit saja katakan sesuatu.

Comments

Popular Posts