Metamorfosa
Ting... Ting... Ting
Pukul tiga pagi, suara pukulan tiang listrik sudah tiga kali berbunyi, sedang aku masih menunggu seseorang dari balik gordin abu-abu.
Krek! Prak!
Ia pulang, kekasihku pulang tanpa kata. Wajahku tersenyum melihatnya, ia baik-baik saja, tak kurang satu pun. Perlahan kuusap rambutnya. Tangan, dan kakinya masih dingin terkena udara, sementara itu ia larut bersama mimpi dengan tubuh di atas sofa.
12.00 P.M.
"Aku ke masjid dulu ya, segeralah sholat!" Ia hanya tersenyum tipis.
3.00 P.M
"Aku ke masjid. Jangan lupa sholat!"
"Kau ke masjid lima kali sehari, masih sudi rupanya Tuhan mendengar doamu?"
"Dik, saya sadar betul kalau saya seorang pendosa, tapi saya juga tahu kalau Tuhan selalu mencintai saya, dan... Dan juga mencintaimu"
"Dua tahun hidup bersama tanpa status sudah cukup meyakinkanku bahwa kau pendosa hebat! Hahaha"
Lagi, ia hanya tersenyum tipis tapi manis sekali.
Apa benar katanya? Apakah Tuhan begitu baiknya? Kalau memang benar, baiklah, aku sudah terlalu mencintainya, juga berarti aku harus mencintai Tuhannya, tapi bagaimana caranya menyembah Tuhan?
Pukul tiga pagi, suara pukulan tiang listrik sudah tiga kali berbunyi, sedang aku masih menunggu seseorang dari balik gordin abu-abu.
Krek! Prak!
Ia pulang, kekasihku pulang tanpa kata. Wajahku tersenyum melihatnya, ia baik-baik saja, tak kurang satu pun. Perlahan kuusap rambutnya. Tangan, dan kakinya masih dingin terkena udara, sementara itu ia larut bersama mimpi dengan tubuh di atas sofa.
12.00 P.M.
"Aku ke masjid dulu ya, segeralah sholat!" Ia hanya tersenyum tipis.
3.00 P.M
"Aku ke masjid. Jangan lupa sholat!"
"Kau ke masjid lima kali sehari, masih sudi rupanya Tuhan mendengar doamu?"
"Dik, saya sadar betul kalau saya seorang pendosa, tapi saya juga tahu kalau Tuhan selalu mencintai saya, dan... Dan juga mencintaimu"
"Dua tahun hidup bersama tanpa status sudah cukup meyakinkanku bahwa kau pendosa hebat! Hahaha"
Lagi, ia hanya tersenyum tipis tapi manis sekali.
Apa benar katanya? Apakah Tuhan begitu baiknya? Kalau memang benar, baiklah, aku sudah terlalu mencintainya, juga berarti aku harus mencintai Tuhannya, tapi bagaimana caranya menyembah Tuhan?
Buagusssss banget sumpah ,
ReplyDeleteSalam cinta
Kekasih gelap mu