Sudahlah diri

Sudah tak kuhiraukan segala letihku
Juga napasku yang terengah-engah saat detak jantung menyerang tak karuan
Hanya untuk menjauh dari ricuh yang tiada akhirnya
Atas keegoisan individu yang katanya adalah nadiku

Pekan demi pekan dirasa berbeda
Hanya sepi yang kadang berujung rindu
Tapi demi apapun ini lebih baik
Dari bising yang menghujam telingaku

Untuk berdoa pun aku dibingungkan
Entah siapa yang akan tertawa dan terjatuh
Karenanya bait demi bait hanya teruntuk diriku
Atau bahkan untuk semesta yang baru sedetik kami saling mengenal.

Comments

Popular Posts