Karena aku terlalu memahamimu

Sunyi telah beriak
Rindu sudah disambut
Namun keyakinan masih dijauhkan.

Pada siapa kutulis sajak
Jika tak kukenal lagi sebuah rawut
Yang pernah menjanjikanku sebuah kesyahduan

Akan ada hari di mana sesal sudah seluruhnya kutenggak
Hingga tak tersisa sebutirpun kalut
Lalu kita berpas-pasan
Mataku terbelalak
Dan seluruh getir tubuhku menyahut
"Orang ini yang pernah ku buatkan puisi di akhir pekan"

Sebab pada hari itu, jantungku sudah mampu berdetak
Terselamatkan dari maut
Oleh seseorang tak berbesar omongan.

Mungkin.


Comments

Popular Posts