Tentang Jingga

Aku mencintai jingga ketika kau datang saat fajar waktu itu.
Terus menunggu sampai aku bertemu lagi di waktu senja.
Setiap fajar lewat 2 jam, ku lihat kau sayup-sayup menguning.
Selalu di tempat yang sama di bawah awan
Yang tak pernah ku coba untuk menebak warnanya.
Ku hanya tau alasnya abu - abu.
Lalu kau hilang digantikan biru,
Seketika aku ditampar rindu.
Kemudian senja menyahut , dan aku
Hampir kehilangan waktu,
Ku lihat kau yang mulai digantikan hitam.
Aku bercumbu dengan jingga yang tinggal segaris.

Hanya 2 waktu yang kita punya,
Dan aku terus memaksa untuk bisa bertemu di setiap waktu
Lalu aku sadar, tengah hari tak mungkin jingga, malam tak mungkin juga.
Saat senja terakhir, kita duduk sejajar satu baris,
Menatap panorama air hijau.
Lagi, senja tlah beralih malam.
Tapi di malam itu, aku melihat jingga,
Ia datang memberi senyum hangat di udara yang menusuk.
Sejak itu aku mengerti, jingga tak harus tentang fajar dan senja.

Comments

Popular Posts