Tuhan, aku berkecamuk
No one can changes my mind. Entahlah, entah darimana sifat ego yang tinggi ini, mengejutkan buatku. What's mine is mine so don't ever try to take it from me! Biasanya aku selalu keukeuh untuk bisa ngedapatin sesuatu, tapi bukan untuk hal satu itu. Menurutku if i'm fallin' in love with someone, but he loves another girl, let him go! Ya aku selalu mengalah untuk hal itu, sampai kadang aku lebih rela untuk meratapi kisah daripada berjuang untuk memaksakan hati. Bagiku perjuangan itu sia sia, berjuang untuk hati, berjuang untuk perbedaan. Ngomongin tentang perbedaan: Jika Romeo and Juliet, Tristan et Iseult, dan juga Siti Nurbaya dan Syamsul bahri mengetahui bahwa cinta mereka tak bisa disatukan, mengapa mereka masih berjuang atas nama cinta? Bukankah itu sudah jelas suatu hal yang sia". Nothing's impossible "katanya" ya, ga ada yang ga mungkin, tapi kemungkinan itu berukuran, mungkin kisah mereka mempunyai kemungkinan yang amat sangat kecil. Dari situ, aku berfikir "haruskah aku memperjuangkan sesuatu, sementara aku tau kemungkinan hanya sedikit sekali? "Dan cintaku akan berakhir tragis seperti mereka? Aku rasa aku tak seperti itu. Lalu bagaimana kabar hati yang berkecamuk, saat wajah itu memandang wajah yang lain? I don't know, love has secrets, let it be surprise.
Comments
Post a Comment