Meski kau telah Pergi

 Tak pernah ku bayangkan sebelumnya, kau pergi begitu cepat meninggalkan diriku, setiap harinya ku slalu membayangi wajahmu, teringat hari hari sebelum kau pergi.

Saat itu kulihat kau duduk sendiri di taman kampus, lalu kau sapa diriku

"Hai..." (tersenyum)
"Ya, mengapa kau duduk disitu, bukankah kau ada kelas siang ini?"
"Iya, aku memang ada kelas, tapi aku ingin bicara sebentar denganmu. Bisakah kau duduk disini?"
"Tentu, apa yang mau kau bicarakan?"
"Aku mau kamu tau kalau aku cinta kamu dan akan selalu ada disampingmu"
"Hey!! kenapa kau seperti itu? aku sudah mendengar kata kata itu dari mulutmu 1000 kali
"Tapi, itu yang bisa kuberikan padamu"
"Tidak apa apa, aku juga sangat mencintaimu (tersenyum). Oh ya, untuk apa kotak yang ada disampingmu?"
"Ini untukmu, tolong kau baca surat surat ini dan putar dvd nya satu per satu di hari spesialmu, tapi kau harus melakukannya setelah aku tlah tiada"
"Apa maksudmu bodoh?" apa kau mati? tidakkah kau bilang kau kan slalu ada disampingku?"
"Hey!! kenapa kau sebut aku seprti itu? itu hanya untuk berjaga jaga!"
"Ahh, terserah kau saja lah.
   
Tak pernah kufikirkan maksud pemberian kotakmu itu sebelumnya yang ternyata iru lah hadiah terakhir yang kau berikan kepadaku sebelum kau pergi.

Malam harinya kau datang menemuiku, ntah kenapa aku mau ikut denganmu padahal masih ada banyak tugas yang belum ku selesaikan.
Malam semakin larut dan kita masih bersama dipinggir pantai memendangi ombak yang terkena sinar rembulan.

"Bisakah kita pulang Rey? aku sudah mengantuk" (bangkit)
"Tunggu (memegang tanganku) bisakah kau temani aku untuk satu malam ini? aku hanya ingin ini menjadi malam terindah bagiku"
"(kembali duduk) oke, tapi hanya untuk malam ini saja ya? dan kita harus pulang sekitar 15 menit lagi"
"Baiklah, jika kau lelah kau bisa bersandar di pundakku"

Kusandarkan kepalku di pundakmu dengan menggenggam tanganmu.
Aku tak tau ternyata itu ma;am terakhir aku dengan dirimu, andai aku tak ikut dengnmu pasti aku akan menyesal seumur hidupku.

Hari ini aku kembali ke kampus untung dosen yang memberi tugas tidak hadir jadi aku tidak perlu khawatir dengan tugasku. terlihat surat diatas meja

" Ku tunggu kau di danau setelah selesai kuliah"

                                                 *Rey*

   
Sepulang kuliah aku langsung pergi ke danau, tetapi tak kulihat dirimu disana. Kulihat ada bangku yang diseraki dedaunan yang kering disamping pohon, aku duduk disitu menunggu dirimu.10 menit aku disini dan tak menjumpai dirimu samapi akhirnya kulihat sosok lelaki yang berlari dan sepertinya aku mengenalnya, dan ternyata benar, dia adalah kau. Setelah kau sampai dihadapanku, ku lihat mukamu yang pucat dan mengeluarkan darah dari hidungmu.

"Kenapa kau berlari? kau takut aku pergi?"
"Iya, aku takut kta tak berjumpa disini"
"Masih ada banyak hari, kita bisa berjumpa lain hari."

Kulihat darah yang keluar dari hidungmu

"Hey! kenapa kau mimisan? dan wajahmu pucat sekali, kau sakit?
" Tidakkah kau lihat aku berlari tadi? aku kelelahan setelah berlari"
" Tapi, aku pernah melihatmu berlari kebih dari ini tapi kau tak seperti ini. Bukankah rumahmu tak begitu        jauh dari sini?
"Sudahlah, kau tak perlu khawatir, aku baik baik saja"

Aku hanya mengangguk memberikan senyuman

"Ada apa kau mengajakku kesini? (membersihkan mimisanmu)
" Aku ingin bilang aku sayang kamu"
" Kamu aneh ya? baru saja kau ucapkan kata kata itu kemarin dan sekarang kau ucapkan itu kembali
"Biar romantis aja (memberikan senyuman kecil)

Malam harinya di depan meja belajarku, aku kembali mengerjakan tugsa tugas kuliahku sambil sesekali melihat foto kita berdua. Terdengar nada pesan dari handphone ku.

"Jane, aku selalu sayang sama kamu, disaat aku tak lagi ada untukmu percayalah aku slalu mengingatmu, tak ada yang lain selain dirimu"

Tersenyum ku membaca pesanmu, dan jemariku menekan tombol tombol yang ada

"Aku juga sayang kamu"

30 menit kemudia ibu mengetuk kamarku. Ternyata Alif datang ingin menemuiku.

"Jane, kamu masih dirumah? harusnya kamu kerumah sakit"
"Emang kenapa? siapa yang sakit? (jawabku heran)
"Jadi, Rey tak pernah bercerita?"(tanya Alif heran)

  Aku sangat shock mendengar cerita Alif, mengapa kau tak pernah cerita tentang penyakitmu itu?. kanker otak ganas yang telah kau alami selama 10 bulan sekarang tlah berakhir dan juga dirimu di dunia.

Segera aku pergi ke rumah sakit dengen rasa cemas, dan khawatir.
Sesampainya di rumah skit kulihat ibumu dengan air mata yang bergelinangan dan langsung memelukku.

"Tante, Rey kenapa? dia baik baik aja kan?

Ibumu menangis semakin kencang.
Kemudian dia mengantarkankan ku di kamarmu. Ku lihat kau terbaring tak berdaya dengan selimut putih yang mnutupi sekujur tubuhmu. Lalu kubuka selimut itu dan kulihat wajahmu ysng pucat dan mata yang tertutup.

Air mata ini tak bisa ku bendung lagi, aku menjerit. TAk kusangka kau baru saja menemuiku tadi sore dan 90 menit yang lalu kau mengirimku sebuah pesan.

Ku peluk jasatmu dan aku memanggil namamu berharap kau akan terbangun. namun semuanya sia sia.

"Kenapa kau meninggalkan ku? bukankah kau berjanji untuk selalu ada disampingku? (menangis sambil memeluk jasatmu)
Lalu Alif menarikku dengan raut wajah yang amat sedih dan air mata yang mengalir.

"Sudahlah, ikhlaskan dia. Kau percaya? dia masih ada di sekitar kita, jika dia melihatmu seperti ini dia akan sedih dan merasa tersiksa"
Aku terdiam dan melepaskan pelukanku.



Itu adalah malam yang paling buruk selama 21 tahun terakhir. Tak ada lagi orang sepertimu yang selalu ada buatku. Aku benar benar tak percaya kau pergi tanpa ada disampingmu.

Seminggu setelah kepergianmu.
Hari ini adalah tepat hari ulang tahunku yang ke 21 dan juga hari jadi kita yang ke 2. Aku hanya bisa menangis, setahun yang lalu kau ada disaat ini dan kau katakan cinta padaku. Kesedihanku mulai terhenti ketika ku lihat kotak yang pernah kau berikan dan kau bilang aku harus membukanya di saat hari istimewaku.

Ku ambil kotak itu di atas lemariku dan mengambil sebuah surat, tertulis disitu

"Happy birthday 21st and happy 2nd anniversary"

Ku buka amplop surat itu lalu membacanya, kesedihan itu kembali datang dan air mataku mengalir semakin deras ketika ku baca suratmu itu

"Dear Jane,
HAppy birthday ya sayang dan selamat hari jadi kita. Aku tau walaupun aku telah tiada tapi aku slalu ada dihatimu, aku bisa merasakan cintamu itu. Terima kasih telah menemaniku selama hampir 2 tahun. Semoga kau panjang umur tak sepertiku yang hanya bisa bertahan selama 20 tahun dan semoga kau bahagia samapi akhir hidupmu. Jika kau tlah punya penggantiku sayangi lah dia seperti kau menyayangi ku. Maaf aku tak bisa menemanimu saat ini, mungkin kita bisa jumpa di surga nanti."

                                                                                                     With Love
                                                                                                       
                                                                                                          Rey

Semalaman aku menangis memikirkanmu, bagaimana keadaanmu disana? apakah kau tahan di alam sana? aku hanya bisa berdoa kepada tuhan agar kau diberi surga nya.

Keeseokan harinya aku berniat mengunjungi makammu sekaligus merayakan hari jadi kita. Tak lupa ku siapkan yasin di tangan sebagai hadiah untukmu, tak lupa juga sekotak kue tar yang ku beli di sebuah toko kue. Dan sampailah aku di makam mu.

"Hai, apa kabar? aku datang untuk merayakan hari jadi kita, aku ada hadiah untukmu"

Ku buka yasin itu dan kubaca ayat demi ayat, setelah selesai ku baca ku cium batu nisanmu lau ku siram makammu dengan air tawar dan taburan bunga tujuh rupa.

"Oh ya aku ada satu kado lagi untukmu, aku bawakan kau kue, aku tau kau takkan mungkin memakannya tapi setidaknya aku bisa memaknnya. Aku nyanyikan lagu selamat ulang tahun ya?"

Air mataku mengalir sedikit demi sedikit

"(meniup lilin) Yeyy.... Tak mungkin kue ini ku habiskan semua bisa bisa aku bisa gendut hehehe, aku akan memberikannya kepada anak anak yang sedang bermain ditaman dekat sini, bye sayang (mencium nisanmu)."

Aku pergi ke sebuah taman didekat pemakaman, ku lihat disitu banyak anak anak yang sedang bermain. Satu per satu ku berikan kue itu kepada mereka samapai akhirnya kue itu habis.

"Aku lelah sekali" (duduk disebuah kursi)

Tiba tiba ada seseorang yang memegang pundakku dari belakang dan aku menoleh ke belakang Aku terkejut
 yang kulihat itu adalah kau! Kau tersyum tanapa mengeluarkan satu kata pun.

"Rey, kau ada disini? aku senang sekali melihatmu (berdiri)"

Sekali lagi kau hanya diam tersenyum tak menjawab perkataanku. Lalu kau berjalan meninggalkanku, aku mengikutimu dan meneriaki namamu, namun kau tak memberi respon apa pun sampai akhirnya kau menghilang.

"Rey, dimana kau? Ya Allah apakah itu Rey? terima kasih ya allah kau telah mempertemukan aku dengan nya lagi"

Tiba tiba handphone ku berbunyi, ternyata ibu menelepon ku dia menyuruhku untuk datang keruamahnya.
Dirumahmu aku menceritakan apa yang terjadi hari ini kepada ibumu, ibumu hanya tersenyum dan memeluk diriku. Dia seperti mu selalu membuatku legah. Aku selalu senang bisa mengenal orang sepertimu walau itu tidak lama.













                                                                                                   Cerpen by Icha








Comments

Popular Posts